Saturday, April 4, 2015

review film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Perjalanan Cinta Zainuddin dan Hayati

Film bertema drama romantis sudah banyak tayang di Indonesia. Salah satu film drama romantis ini adalah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Buya Hamka yang mengisahkan tentang perbedaan latar belakang sosial yang menghalangi perjalanan cinta sepasang kekasih hingga berakhir dengan kematian. Film ini diproduksi oleh Soraya Interane Films yang dibintangi oleh Pevita Pearce sebagai Hayati, Herjunot Ali sebagai Zainuddin , Reza Rahardian sebagai Aziz dan lain lain. Film ini menjadi film termahal yang diproduksi oleh Soraya Interane Films dan memakan waktu yang cukup lama dalam pembuatannya, yaitu sekitar 5 tahun.

Berlatar tahun 1930-an dari tanah kelahirannya di Makasar, Zainuddin berniat merantau ke kampung halaman ayahnya di Batipuh. Disana dia juga berniat untuk mencari ilmu, namun dia tidak terlalu diterima karena dianggap bukan orang minang asli. Dia merasa sangat diasingkan dan hanya Hayati lah yang menerima keberadaannya.Sampai akhirnya mereka saling jatuh cinta. Namun cinta mereka berdua terhalang oleh adat. Karena berita hubungannya sudah tersebar akhirnya pihak keluarga hayati menyuruh Zainuddin pindah dari Batipuh dan dia pindah ke Padang Panjang.

Akhirnya Zainuddin memberanikan diri untuk melamar Hayati tetapi ditolak oleh Hayati dan keluarganya. Pada waktu yang sama Aziz juga melamar Hayati dan diterima karena Aziz keturunan Minang asli dan dari keluarga yang berkecukupan. Tidak lama dari itu Hayati dan Aziz pun menikah. Mendengar kabar tersebut Zainuddin merasa sangat terpukul dan hamper putus asa. Ketika Zainuddin hamper putus asa, dia di sadarkan oleh Bang Muluk dan mereka berdua merantau ke Surabaya untuk menggapai cita-cita dan memulai hidup dari awal kembali. Di Surabaya Zainuddin sukses menjadi seorang penulis dan menjadi orang yang kaya raya. Suatu ketika dia mengadakan acara opera dan mengundang seluruh orang Sumatra yang tinggal di Surabaya. Pada saai itu Aziz dan Hayati juga sedang tinggal di Surabaya dan otomatis dia mendapatkan undangan tersebut. Disana Hayati da Zainuddin bentemu kembali. Suatu ketika Aziz telilit hutang dan Hayati juga Aziz menumpang tinggal di rumah Zainuddin. Tidak lama dari itu Aziz bunuh diri dan Zainuddin segera memulangkan Hayati ke kampung halamannya menggunakan kapal Van Der Wijck. Namun di tengah perjalanan kapal tersebut tenggelam dan Hayati kemudian meninggal.

Film ini mempunyai jalan cerita yang hampir sama dengan film berjudul Dibawah Lindungan Ka’bah dari novel berjudul sama karya Buya Hamka. Film ini juga menceritakan tentang cinta sepasang kekasih yang tidak tersampaikan karena terhalang oleh perbedaan sosial. Dan cinta mereka pun tidak direstui oleh pihak keluarga, dan akhirnya berujung pada kematian juga. Namun pada film ini Hamid (sebagai pemeran utama laki-laki) meninggal di Mekah, dan Zainab (tokoh utama perempuan) meninggal di pinggir pantai ketika menunggu Hamid.  Sedangkan dalam film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck yang meninggal hanya Hayati saja, dan Zainuddin tidak.

Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck mempunyai banyak kelebihan, yaitu diantaranya film ini banyak mengandung pelajaran yang bisa diambil bagi penontonnya, seperti sifat tidak pantang menyerah, harus ikhlas, dan bersabar. Selain itu film ini juga memunculkan keindahan- keindahan alam di Indonesia yaitu daerah Sumatra Barat, tepatnya Padang. Aktor dan aktrisnya yang memainkan perannya juga sangat berbakat.


Selain ada kelebihan pasti ada kekurangan, yaitu film ini masih sangat terlihat sponsornya, lalu judul yang diberikan tidak terlalu nyambung dengan film. Adegan yang menggunakan kapal Van Der Wijck hanya pada bagian akhir. Selain itu lagu yang dipergunakan dalam film terkesan sangat modern tidak terlalu masuk dengan suasana dalam cerita yang terjadi sekitar tahun 1930-an.


Film ini bisa disimpulkan menceritakan tentang kisah percintaan yang tidak disetujui karena perbedaan status adat. Film ini juga menceritakan tentang perjalanan kehidupan seorang yang hampir patah semangat karena masalah cinta tetapi akhirnya bisa menjadi sukses karena kegigihannya. Saya sangat menyarankan agar kalian semua khususnya para remaja agar menonton film ini karena banyak mengandung pelajaran yang bisa di ambil, baik pelajaran hidup maupun pelajaran cinta.

review film "Refrain"

Sahabat & Cinta
Film yang berjudul Refrain adalah film drama Indonesia yang dirilis pada 20 juni 2013 dan disutradarai oleh Fajar Nugros. Film ini dibintangi oleh Afgansyah Reza sebagai Nata dan Maudy Ayunda sebagai Niki. Skenario film ini ditulis oleh Haqi Achmad dan diadaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Winna Efendi. Film yang diproduksi oleh Maxima Pictures ini beraliran romantis yang dipenuhi oleh bintang - bintang baru dan muda seperti Maxime dan Chelsea Elizabeth Islan.

Film ini menceritakan tentang persahabatan Niki dan Nata yang sudah terjalin sedari kecil. Keduanya selalu bersama – sama hingga remaja. Sosok Niki yang merupakan anak remaja gaul, aktif yang juga anggota cheers di sekolahnya dan sosok Nata yang terlihat cuek, realistis, dan mempunyai bakat dibidang seni musik ini yang membuat keduanya bertahan menjadi sahabat hingga mereka remaja. Bersahabat sedari kecil ternyata mendatangkan warna yang berbeda ketika mereka menginjak bangku SMA apalagi dengan kehadiran Annalise yang merupakan anak pindahan dari sekolah lain yang akhirnya menjadi sahabat Niki dan Nata juga.

Suatu hari saat Niki sedang memeriahkan acara tanding basket antar sekolah yang notabennya dia sebagai anak cheers bertemu dengan Oliver salah satu anak basket dari sekolah lawan. Tidak lama mereka kenal akhirnya mereka menjalin hubungan yang biasa disebut pacaran. Ketika Nata mendengar cerita tersebut langsung dari Niki dia merasa cemburu. Ternyata selama mereka bersahabat dari kecil, Nata menyimpan perasaan yang lebih dari seorang sahabat terhadap Niki dan itu semua tidak tahu ada sejak kapan.
Persahabatan Niki dan Nata semakin runyam ketika Anna mengutarakan perasaannya bahwa ia sayang dengan Nata tetapi Nata menolaknya karena dia sudah sayang dengan Niki. Niki yang mendengar perkataan Nata tersebut kaget dan tidak percaya bahwa seorang sahabatnya dari kecil mempunyai perasaan lebih terhadapnya. Mulai saat itu persahabatan mereka menjadi renggang. Niki yang selalu menghindar ketika bertemu dengan Nata membuat Nata merasa sangat sedih. Sampai akhirnya Nata memutuskan untuk meneruskan pendidikan musiknya di Austria. Mendengar keputusa Nata tersebut, Niki merasa sangat sedih bahkan dia tidak sempat mengantar kepergian Nata dan Niki hanya dititipi surat beramplop biru yang berisikan rasa cinta Nata terhadapnya.

Lima tahun kemudian, Niki sudah berhasil menjadi seorang desainer muda dan ketika dia sedang mencari sesuatu dia menemukan surat dari Nata. Setelah menimang-nimbang akhirnya Niki memutuskan untuk menyusul Nata. Niki menemukan Nata pada saat Nata sedang menyanyikan lagu ciptaannya yang berisi perasaan Nata terhadap Niki didepan dosen pengujinya. Setelah selesai menyanyikannya, Nata kaget dan bahagia melihat Niki datang dan menyaksikannya. Kemudian Niki dan Nata menaiki kereta  kuda dan dikereta kuda tersebut Niki menyerahkan surat kepada Nata  yang berisi “it’s always been you too” .
Film ini mempunyai tema yang hampir sama dengan film “Heart” yaitu persahabatan antara laki-laki dan perempuan yang berakhir dengan salah satu sahabatnya jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. Film Heart ini dirilis pada 11 mei 2006 yang disutradai Hanny R. Saputra dan dibintangi oleh Nirina Zubir, Irwansyah, dan Acha Septriasa. Pada film ini yang terlebih dahulu jatuh cinta adalah si perempuan (Rachel)  yang diperani oleh Nirina Zubir namun sayangnya cinta Rachel tidak terbalas karena si laki-laki (Farel) yang diperankan oleh Irwansyah sudah terlebih dahulu jatuh cinta pada gadis lain (Luna) yang diperankan oleh Acha Septriasa. Sedangkan pada film “Refrain” cinta mereka sama-sama terbalas.           
Kelebihan dari film Refrain ini yaitu keberhasilan para pemain membawakan perannya masing-masing, seperti Maudy Ayunda yang sangat cocok dalam memerankan tokoh Niki yang modis, cantik , dan aktif dan juga Afgan yang memerankan tokoh Nata yang pintar. Lagu yang menjadi soundtracknya pun sangat cocok seperti lagu “cinta dating terlambat” nya Maudy yang disetel pada saat Niki baru menyadari kalau dia juga cinta kepada Nata ketika Nata sudah pergi ke Austria.
Sedangkan kekurangan dari film ini menurut saya lumayan banyak, seperti alur cerita yang kurang membuat penonton greget atau tidak ada klimaks yang ditunggu-tunggu. Sebagian jalan cerita film ini menurut saya bisa tertebak, selain itu kata-kata yang digunakan kurang puitis untuk film yang notabennya bertema romance.
Bisa disimpulkan film ini bercerita tentang persahabatan antara seorang perempuan dan laki-laki yang berujung pada percintaan. Film ini sangat cocok untuk para remaja apalagi yang sangat suka dengan Maudy Ayunda dan Afgan karena pada film ini keduanya sangat cantik juga tampan dalam memerankan tokoh masing-masing.